Mengenal Lagu Lebih Jauh

Tim KORDS.id 03 February 2022 06:06
Mengenal Lagu Lebih Jauh

Siapa disini yang gak suka dengerin lagu? Hampir semua orang suka dengerin lagu, walau setiap orang tentu saja mempunyai selera musik yang berbeda-beda. Dari negeri kita tercinta ada genre Dangdut yang bisa kita nikmati sambil goyankan badang..hehe.

disini kita akan coba membahas sejarah lagu dan struktur atau komponen dari sebuah lagu, mari kita mulai.

Sejarah lagu

Setiap harinya tak hurang dari 5 lagu tercipta diseluruh dunia dengan berbagai genre.

Hingga saat ini sudah tak terhitung jumlah lagu yang ada diseluruh dunia, entah itu lagu daerah, lagu kebangsaan, dan juga lagu dengan segala jenis genre yang biasa kita dengarkan hampir setiap hari. Untuk mengira-mengira, rasanya juga sulit.

Tapi tahukah kamu, lagu yang pertama kali tercipta? Dimana terciptanya dan siapa penciptanya? Menurut Trevor Homer dalam bukunya, The Book of Origin, lagu pertama yang dibuat manusia adalah lagu himne Suriah berjudul "Hymn to Creation", yang ditulis dalam bahasa cuneiform.

Cuneiform atau yang lebih kita kenal sebagai tulisan paku merupakan bahasa tulis pertama di dunia yang digunakan oleh bangsa Sumeria di tenggara Mesopotamia, sekitar 5000 tahun yang lalu. Lagu “Hymn to Creation” sendiri dibuat sekitar 3400 – 4000 tahun yang lalu.

Struktur lagu

setiap lagu mempunyai strukturnya masing-masing, tidak harus kaku begitu-gitu saja strukturnya. Kebanyakan lagu dimulai dengan Intro, walau ada pula lagu yang dimulai dari bagian Reff atau Chorus dan diakhiri terkadang dengan Coda, kadang pula dengan Ending, dan juga Outro.

Lalu apa saja struktur dari sebuah lagu? Berikut adalah bagian-bagian dari sebuah lagu:

  • Intro
    diambil dari bahasa inggris, introduction, yang artinya perkenalan atau pengantar. Intro berfungsi untuk memberikan waktu kepada penyanyi mempersiapkan diri sebelum lagu benar-benar dimulai. Biasanya intro hanya terdiri dari alunan musik tanpa vokal. Selain di awal lagu, intro juga bisa diletakan di tengah lagu atau dikeduanya, di awal dan di tengah.

  • Verse
    Dalam bahasa indonesia artinya bait. Verse adalah pengantar sebuah lagu sebelum masuk ke bagian Chorus atau Reff.

  • Bridge
    sebagian lagu ketika selesai Verse akan masuk dulu ke bagian Bridge sebelum akhirnya masuk ke bagian Chorus. Karenan memang fungsi Bridge adalah untuk menjembatani antar bagian dari sebuah Lagu, misal dari Verse ke Chorus, atau dari Chorus ke Chorus dengan modulasi/overtone.

  • Chorus dan Reff
    kedua bagian ini sebetulnya mempunyai perbedaan, namun sering kali terdengar sama. Persamaan keduanya hanyalah merupakan inti sebuah lagu atau puncak/klimaks dari sebuah lagu, perbedaan Chorus dan Reff adalah:

    • Chorus
      biasanya statement atau misi utama lagu ada di bagian ini. Chorus memiliki nilai excitement yang lebih tinggi dari Verse. Chorus menggunakan pola nada yang berbeda dan lebih nyaman daripada Verse, akor yang digunakan pun berbeda dengan Verse.

    • Reff
      Versi yang lebih sederhana dari Chorus. biasanya sebagian kata dari Verse diulang dibagian ini. Notasi pengulangannya sama dan syairnya pun sama, namun tidak menutup kemungkinan syairnya dimodifikasi, namun notasi atau nadanya tetap menggunakan nada yang sama.

  • Interlude
    adalah alunan nada ditengah-tengah lagu, dan tidak diiringi oleh syair. Interlude biasanya dimainkan setelah Chorus atau Reff.

  • Ending
    ending merupakan bagian akhir lagu yang digunakan untuk mengakhiri sebuah lagu secara perlahan, lancar dan smooth. Terkadang bagian Ending diulang-ulang hingga fade out.

  • Coda
    Atau juga biasa disebut juga dengan Ekor. Sama dengan Ending, yang merupakan bagian akhir dari sebuah lagu. Coda mengakhiri lagu dengan mengambil beberapa syair dan nada dari bagian lain sebuah lagu dan tidak berakhir dengan fade out.

  • Outro
    Juga merupakan bagian akhir dari sebuah lagu, bedanya Outro hanya terdiri dari nada tanpa ada syair yang mengiringi. Nada yang digunakan berbeda dari bagian lain yang sudah ada.

Artikel pendek ini memang belum membahas musik dengan sangat dalam, karena memang waktu dan media juga lah yang membatasi. Semoga artikel sederhana ini bisa setidaknya menambah ilmu kita tentang per-musikan.

Bila ada kesalahan dalam penulisan, atau kurang akuratnya sejarah yang dikisahkan, silahkan tinggalakan komentar pada kolom yang sudah disediakan.