Musik Klasik Buat Bayi Jadi Lebih Pintar, Hanya Mitos Ataukah Sebuah Fakta?

Tim KORDS.id 08 February 2022 10:45
Musik Klasik Buat Bayi Jadi Lebih Pintar, Hanya Mitos Ataukah Sebuah Fakta?

Ada anggapan bahwa musik klasik akan membuat bayi jadi pintar. Sehingga sejak anak masih di dalam kandungan, berbagai alunan musik klasik dari komposer terkenal dunia sudah diperdengarkan, termasuk diantaranya adalah Mozart.

Namun apakah musik klasik membuat bayi jadi pintar adalah sebuah fakta, atau hanya mitos belaka? Para peneliti Harvard mengungkapkan bahwa nyatanya itu semua hanyalah mitos, yang sudah tersebar luas dan dipercayai hingga saat ini.

Seorang mahasiswa PhD di Harvard, Samuel Mehr berkata "Tidak ada bukti kuat bahwa mendengarkan Mozart, atau mendengarkan apa pun, dapat memberikan dampak apa pun untuk kecerdasan atau keterampilan kognitif dalam domain yang bukan musik," seperti dikutip dari laman website Quartz.

Studi tersebut dijelaskan dalam makalah 11 Desember 2016 yang diterbitkan dalam jurnal akses terbuka PLoS One.

"Lebih dari 80% orang dewasa berpikir bahwa musik meningkatkan nilai atau kecerdasan anak," kata Mehr. "Bahkan dalam komunitas ilmiah, ada kepercayaan umum bahwa musik penting karena alasan ekstrinsik ini. Tetapi hanya ada sedikit bukti yang mendukung gagasan bahwa kelas musik meningkatkan perkembangan kognitif anak-anak."

Untuk mengeksplorasi kaitan antara musik dan kognisi, Mehr dan rekan-rekannya merekrut 29 orang tua dan anak-anak berusia 4 tahun dari Cambridge. Namun Mehr mengungkapkan bahwa studinya ini masih dalam tahap awal.

Sebelum Mehr, para peneliti di Appalachian State University juga menyanggah Mozart effect, peningkatan kecerdasan sementara yang dialami setelah mendengarkan sonata piano yang ditulis oleh komposer terkenal. Hasil studinya dimuat dalam jurnal Psychological Science edisi Juli 1999.


Awal mula mitos berkembang


Dikutip dari Baby Center, hasil studi Mozart effect pertama kali dilaporkan pada tahun 1993 oleh para ilmuwan di Universitas California di Irvine, dan penelitian tersebut diulangi oleh kelompok yang sama pada 1995.

Penelitian tersebut menemukan bahwa mahasiswa yang mendengarkan Mozart sonata selama beberapa menit sebelum mengikuti tes yang mengukur keterampilan hubungan spasial lebih baik daripada mahasiswa yang mengikuti tes setelah mendengarkan musisi lain atau tanpa musik sama sekali.

Efek pada mahasiswa hanya bersifat sementara, yaitu berlangsung hanya sekitar 15 menit saja. Meskipun demikian, penelitian mengklaim bahwa mendengarkan musik memberikan banyak manfaat dan dapat meringankan masalah kesehatan fisik dan mental.

Gagasan bahwa bayi akan lebih pintar jika mendengarkan musik klasik lahir dari ide ini. Beberapa waktu setelah penelitian tersebut populer Gubernur Georgia mengamanatkan agar Compact Disk musik klasik (yang berisi sonata dan karya lainnya) diberikan kepada semua bayi yang baru lahir ketika mereka meninggalkan rumah sakit.

Lalu bagaimana dengan hasil penelitian terhadap para mahasiswa yang dilaporkan bisa meningkatkan kemampuan mereka? Bukankah ini berarti bahwa efek Mozart juga berpengaruh pada kecerdasan?

Dilansir dari Parenting Science, jawabannya bisa ya, bisa juga tidak. Artinya, memang benar bahwa mendengarkan musik memang dapat menghasilkan dorongan sementara dalam penalaran visual-spasial, jika memang ada maka efeknya kecil.

Di sisi lain, hal ini bisa jadi bukan sekadar rangsangan akibat musik klasik (efek mozart) saja, tapi juga berlaku pada jenis musik lainnya. jenis musik lain (termasuk musik rock) dapat menghasilkan hasil yang serupa.

Faktanya, mungkin saja efeknya tidak terkait langsung dengan musik.